Penggunaan bubuk ferosilikon di berbagai industri
Bubuk ferosilikon merupakan paduan besi yang terdiri dari silikon dan besi, kemudian digiling menjadi zat bubuk, yang digunakan sebagai deoksidasi untuk pembuatan baja dan besi.
Dalam industri pembuatan baja, untuk memperoleh baja dengan komposisi kimia yang memenuhi syarat dan memastikan kualitas baja, deoksidasi harus dilakukan pada tahap akhir pembuatan baja. Afinitas kimia antara silikon dan oksigen dalam bubuk ferosilikon sangat besar, sehingga bubuk ferosilikon merupakan deoksidasi yang kuat dalam pembuatan baja untuk deoksidasi presipitasi dan difusi. Menambahkan sejumlah silikon ke baja dapat secara signifikan meningkatkan kekuatan, kekerasan, dan elastisitas baja.
Dalam proses produksi ferroalloy, bubuk ferrosilikon tidak hanya memiliki afinitas kimia yang tinggi antara silikon dan oksigen, tetapi juga memiliki kandungan karbon yang sangat rendah dalam bubuk ferrosilikon berkadar silikon tinggi. Oleh karena itu, bubuk ferrosilikon berkadar silikon tinggi (atau paduan silika) merupakan agen pereduksi yang umum digunakan dalam produksi ferroalloy berkarbon rendah dalam industri ferroalloy.
Besi tuang merupakan material logam penting dalam industri modern. Besi tuang lebih murah daripada baja, mudah dicairkan dan dilebur, serta memiliki sifat pengecoran yang sangat baik dan ketahanan guncangan yang jauh lebih baik daripada baja. Khususnya, besi ulet, sifat mekanisnya berada pada atau mendekati sifat mekanis baja. Penambahan sejumlah bubuk ferosilikon ke besi tuang dapat mencegah pembentukan karbida dalam besi dan mendorong pengendapan dan sferoidisasi grafit. Oleh karena itu, dalam produksi besi ulet, ferosilikon merupakan inokulan penting (membantu mengendapkan grafit) dan agen sferoidisasi.